Kamis, 09 Juli 2009

Cara Menyusun Instrumen Riset Kuantitatif Ilmu Komunikasi oleh M. Eric Harramain (2009)

MENYUSUN INSTRUMEN RISET KUANTITATIF

1. Instrumen Riset Kuantitatif
Instrumen riset merupakan alat bantu periset dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan oleh periset tersebut. Dalam riset kuantitatif, instrumen memegang peranan yang sangat penting, karena instrumen riset ini dianggap sebagai alat ukur, maka mutu instrumen akan menentukan mutu dari data yang ingin dikumpulkan (Kriyantono. 2008: 120).
Saat periset ingin menyusun instrumen riset, maka hal ini sangat terkait dengan rangkaian dalam merancang desain riset penyusunan instrumen, antara lain penentuan variabel-variabel dari konsep yang telah ada, menurunkan konsep-konsep yang telah ada, menjabarkan variabel-variabel tadi untuk menjadi indikator [dimana, definisi indikator adalah menunjukkan atau menyatakan sesuatu yang menjadi petunjuk bagi variabel itu sendiri (Arikunto. 1995: 181 dalam Kriyantono. 2008: 121)], lalu menderetkan indikator-indikator tersebut menjadi deskriptor [dimana, definisi deskriptor adalah menggambarkan, memaparkan, menjelaskan secara terperinci segala hal sampai yang sekecil-kecilnya (Kriyantono. 2008: 123)], kemudian periset mulai merumuskan setiap deskriptor menjadi butir-butir instrumen (dengan istilah lain adalah kisi-kisi penyusunan instrumen), yang terakhir adalah melengkapi instrumen dalam bentuk kuesioner dengan petunjuk pengisian dan kata pengantar.

2. Penjabaran Tahap Penyusunan Instrumen
2.1. Judul : ”Dampak komunikasi partai politik di media bagi kalangan 
mahasiswa di Jakarta”  

2.1.1. Mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi dalam 
rumusan judul riset.
Variabel Independent : Komunikasi Politik di Media
Variabel Dependent : Mahasiswa di Jakarta

2.1.2. Menjabarkan variabel / menurunkan konsep-konsep menjadi 
 indikator. 

a. Variabel Independent : Komunikasi Politik di Media
Komunikasi politik tidak lepas dari kedudukan elit partai di dalam suatu partai politik, dimana elit politik tersebut berusaha mewakili aspirasi suara rakyat untuk mendapat kekuasaan dengan pendekatan ideologis ataupun pragmatis. Komunikasi politik yang dilakukan oleh elit politik dalam berusaha menarik hati rakyatnya, menggunakan berbagai macam cara, dalam hal ini melakukan pendekatan interaksi simbolik. Di dalamnya termasuk penggunaan gambar-gambar, jargon partai, tokoh calon presiden yang diusung suatu partai, pakaian, warna yang merepresentasikan partai politik, bentuk dari suatu desain logo partai, pencitraan partai kepada masyarakat pemilihnya, dan lain sebagainya. Implikasi komunikasi Politik kini mulai bergeser, dari yang awalnya kampanye di lapangan terbuka (cakupannya regional suatu wilayah tertentu dalam waktu terbatas), kini mulai merambah kepada kampanye melalui media, baik itu media massa ataupun media cetak/elektronik, dengan cara membuat iklan yang menarik perhatian masyarakat luas (cakupan wilayahnya lebih merata, lebih luas, efektif, dan hemat tenaga, walau di sisi lain harus mengeluarkan biaya yang sangat besar).
Berdasarkan tinjauan di atas, maka indikator komunikasi politik di media adalah:
• Iklan yang baik dan menarik
• Penggunaan gambar, logo dan warna
• Jargon partai
• Tokoh calon presiden
• Pencitraan partai politik

b. Variabel Dependent : Mahasiswa di Jakarta
Mahasiswa di pandang sebagai kalangan masyarakat yang terpelajar, dan mampu berfikir dan mengkritisi sesuatu yang dianggapnya bertentangan dengan idealisme yang dipahami oleh setiap mahasiswa tersebut. Mahasiswa saat dihadapkan dengan terpaan iklan politik di media, dimana kebanyakan mahasiswa mampu membangun persepsi mengenai seberapa jauh, efektif terpaan suatu iklan di media terhadap sikap untuk memilih sesuatu, dalam hal ini partai politik, sikap untuk memilih salah satu kandidat calon presiden yang diusung oleh suatu partai politik, sikap untuk memilih berdasarkan perbedaan jender, dan sikap untuk memilih berdasarkan interaksi sesama teman sejawat (dalam hal ini teman satu fakultas).
Mahasiswa dalam menghadapi terpaan iklan politik di media biasanya berkenaan dengan pertimbangan-pertimbangan seperti, rasionalitas, perasaan suka atau tidak suka, melihat pengalaman masa lalu, melihat orientasi partai tersebut dalam mengusung aspirasi rakyat, kandidat calon yang akan di usung untuk menjadi calon presiden, dan lain sebagainya.  

Berdasarkan tinjauan di atas, maka indikator Mahasiswa di Jakarta adalah:
• Pengaruh Terpaan iklan
• Pilihan mencontreng partai politik
• Preferensi Presiden
• Perbedaan pilihan parpol berdasarkan jender
• Perbedaan pilhan parpol berdasarkan fakultas

2.1.3. Menderetkan Indikator Menjadi Deskriptor
Berikut ini merupakan deskriptor dari indikator-indikator yang telah ada, dengan catatan bahwa indikator yang ingin lebih dalam untuk di bahas adalah dari sudut pandang variabel dependent (dalam hal ini Mahasiswa di Jakarta) terhadap terpaan iklan partai politik di media antara lain sebagai berikut:

Mahasiswa di Jakarta (Dependent Variabel)
a. Pengaruh terpaan Iklan (Indikator)
• Persepsi tentang bagaimana terpaan iklan partai politik di media berpengaruh kepada kelompok mahasiswa di Jakarta (deskriptor).
• Persepsi tentang berapa kali frekuensi mahasiswa mengetahui / melihat, dan menilai iklan partai politik di media yang mereka konsumsi (deskriptor).

b. Pilihan mencontreng partai politik (Indikator)
• Persepsi mengenai apakah terpaan iklan politik di media berhubungan dengan pilihan untuk memilih partai politik di kalangan mahasiswa di Jakarta (deskriptor).

c. Preferensi Presiden (Indikator)
• Persepsi mengenai seberapa jauh terpaan iklan partai politik di media bagi kalangan mahasiswa di Jakarta, dalam preferensi menentukan calon presiden yang diusung suatu partai politik (deskriptor).

d. Perbedaan pilihan parpol berdasarkan jender (Indikator)
• Persepsi tentang seberapa jauh hubungan antara pilihan partai politik, dan preferensi calon presiden terhadap pilihan yang diambil oleh mahasiswa di Jakarta berdasarkan perbedaan jender (deskriptor).


e. Perbedaan pilhan parpol berdasarkan fakultas (Indikator)
• Persepsi mengenai seberapa jauh hubungan antara pilihan partai politik, dan preferensi calon presiden terhadap pilihan yang diambil oleh mahasiswa di Jakarta berdasarkan perbedaan fakultas (deskriptor).

2.1.4. Merumuskan Deskriptor menjadi butir-butir Instrumen
Periset dalam merumuskan deskriptor ini dikenal pula dengan tahap kisi-kisi penyusunan instrumen, yang tujuannya adalah untuk memperingan tugas periset, lebih fokus, lebih terarah dalam pengajuan pertanyaan dan pernyataan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Berikut ini kisi-kisi instrumen menurut kelompok kami seperti pada Tabel 1 berikut ini:

Tabel 1
Kisi - Kisi Instrumen
Variabel Indikator Deskriptor No. Pertanyaan
(Intro) (1) Nomor kuesioner
(2) Nama Responden
(3) Jenis Kelamin
(4) Fakultas
(5) Jenis transportasi
(6) Semester ke
(7) Aktif keg. Organisasi
(8) Jenis Organisasi 

(1) nomor yang ditentukan oleh periset 
(2) ditulis oleh responden
(3) 1=laki , 2=perempuan
(4) 
  1= Komunikasi
  2= FISIP
  3= Ekonomi
  4= lainnya
(5) yang biasa digunakan untuk menuju ke kampus
(6) diisi oleh responden
(7) 1=ya, 2=tidak

(8) ditulis oleh responden
R01
R02
R03
R04
R05
R06
R07
R08

Tabel 1: Kisi - Kisi Instrumen (lanjutan)

Variabel Indikator Deskriptor No. Pertanyaan
Mahasiswa di Jakarta

(Dependent Variabel)

(1) Pengaruh Terpaan Iklan
(2) Pilihan mencontreng partai politik
(3) Preferensi Presiden
(4) Pebedaan pilihan parpol berdasarkan jender
(5) Perbedaan pilihan parpol berdasarkan fakultas

(1) Frekuensi terpaan iklan kepada mahasiswa 
(2) Persepsi terpaan iklan thd pilihan yang akan dipilih oleh mahasiswa
(3) Persepsi terpaan iklan dlm menentukan pilihan calon presiden oleh mahasiswa
(4) Hubungan antara pilihan parpol, dan preferensi calon presiden thd pilihan yg akan diambil oleh mahasiswa 
      yang berbeda jender
(5) Hubungan antara pilihan parpol, dan preferensi calon presiden thd pilihan yg akan diambil oleh
     mahasiswa yang berbeda fakultas

M01-M05

M06-M09

M10-M12

M13-M15

M16-M18


2.1.5. Melengkapi Instrumen dengan Petunjuk Pengisian dan Kata Pengantar.
Berikut ini merupakan bentuk kuesioner yang telah dibuat oleh kelompok kami, dimana memaparkan penjelasan instrumen dengan petunjuk pengisian yang jelas, dan diawali dengan kata pengantar singkat sebelum masuk ke tahap sesi menjawab pertanyaan kuesioner ini. 
Instrumen kedua, adalah masuk kepada jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat oleh tim penulis. Dimana, didalamnya terdapat empat unsur penting, yaitu: 
(1) Nomor pertanyaan, (2) Instruksi dan pertanyaan, (3) Opsi pilihan jawaban pertanyaan, dan (4) loncatan / Skipping


3. Kuesioner
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner. Definisi kuesioner menurut Silalahi (2009: 296), adalah suatu mekanisme pengumpulan data yang efisien bila peneliti mengetahui secara jelas apa yang diisyaratkan, dan bagaimana mengukur variabel yang diamati. Pertanyaan dalam suatu kuesioner adalah tentang indikator dari suatu konsep, yang telah dijabarkan secara jelas menjadi deskriptor. 
Tipe kuesioner yang dilakukan peneliti adalah mengkombinasikan pertanyaan dan beberapa jawaban dengan tipe terbuka, yaitu menghendaki responden menjawab atau memberi respon dalam cara mereka memilih (Silalahi. 2009: 297), dan kebanyakan pertanyaan dengan tipe tertutup, dimana kuesioner ini bertujuan untuk meminta responden membuat pilihan diantara satu set alternatif tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti, untuk memudahkan dalam proses pemberian kode, serta mengetahui jawaban yang dapat dibandingkan antara satu individu dengan individu lain (Silalahi. 2009: 298).
Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam pelaksanaan pengumpulan data dengan metode kuesioner secara esensial menurut (Silalahi. 2009: 296), yaitu:
1. pernyataan masalah
2. Pilihan subjek
3. Susunan kuesioner yang atraktif, singkat, serta mudah dijawab
4. Validasi kuesioner
5. Uji coba kuesioner kepada sampel kecil dari subjek
6. Tindaklanjuti kegiatan
7. Lakukan pengeditan kuesioner dan pengkodean
8. Analisis data
9. Tulis laporan penyajian temuan.
 
Kuesioner kelompok yang kami sebar kepada 50 orang mahasiswa dari berbagai Universitas di Kota Jakarta, diantaranya adalah: Magister Ilmu Komunikasi-Universitas Sahid Jakarta, FISIP-Universitas Indonesia, Komunikasi-Universitas Dr. Moestopo, Fakultas Ekonomi-Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Komunikasi-Universitas Sahid Jakarta, Fakultas Teknik Industri-Universitas Trisakti Jakarta. Dan berikut ini merupakan format kuesioner kelompok kami:  

KUESIONER
“Dampak Komunikasi Partai Politik di Media Bagi Kalangan Mahasiswa di Jakarta” 
• Data – data dalam profil kuesioner ini bersifat rahasia dan identitas Anda tidak akan diketahui siapapun.
• Bacalah setiap instruksi dengan teliti dan seksama, lalu jawablah setiap pertanyaan dengan jujur.
• Jika ada yang kurang jelas, silahkan tanyakan pada peneliti, Mahasiswa PascaSarjana Universitas Sahid Jakarta, Jurusan Magister Ilmu Komunikasi, bernama _________________

R01 Nomor Kuesioner ___________ (diisi peneliti)

R02 Nama Responden mohon tulis _________________________

(Lingkari salah satu di bawah ini)
R03 Jenis kelamin 1. LAKI-LAKI 2.PEREMPUAN

R04 Fakultas 
1. KOMUNIKASI / FISIP  
2. EKONOMI  
3. LAINYA mohon tulis________________

R05 Jenis Transportasi yang paling sering digunakan dari dan menuju ke kampus anda. (Lingkari salah satu di bawah ini) 
1. MOBIL PRIBADI 
2. MOTOR PRIBADI  
3. BIS KAMPUS 
4. ANGKUTAN UMUM 
5. KERETA API  
6. SEPEDA  
7. JALAN KAKI  
8. LAINNYA, mohon tulis _____________ 

R06 Anda sekarang kuliah semester ke _______________ mohon tulis

R07 (Lingkari salah satu di bawah ini)
Akhir-akhir ini apakah Anda aktif mengikuti kegiatan organisasi tertentu?
1. YA 2. TIDAK  langsung ke M01
   
R08 Apa nama organisasi yang anda ikuti itu? Mohon tuliskan
___________________________________________

(Lingkari salah satu jawaban di bawah ini)
M01 Apakah anda pernah menyaksikan iklan partai politik di televisi?
1. YA                            2. TIDAK  langsung ke pertanyaan M06


M02 Jika ”YA”, Seberapa sering anda menyaksikan iklan tersebut di televisi?
1. Sangat sering; 2. Sering; 3. Jarang; 4. Sangat Jarang

M03 (anda boleh menjawab lebih dari satu, lingkari maksimal tiga)
Dalam 6 bulan terakhir ini, iklan-iklan partai politik apa yang anda lihat di televisi?
a. Demokrat; f. Hanura  
b. Golkar g. PKB  
c. PDIP h. PPP  
d. PKS i. PBB  
e. Gerindra j. Lainnya, mohon tulis ___________

M04 (anda boleh menjawab lebih dari satu, lingkari maksimal tiga)
Iklan partai politik apa yang paling anda sukai di televisi?
a. Demokrat; f. Hanura  
b. Golkar g. PKB  
c. PDIP h. PPP  
d. PKS i. PBB  
e. Gerindra j. Lainnya, mohon tulis ___________

M05 (Lingkari salah satu jawaban di bawah ini)
Apakah yang menjadi alasan anda menyukai suatu iklan partai politik di televisi?
  1. Pesan yang disampaikan 3. Animasi/ visual Effect
  2. Tokoh partai politiknya 4. lainya, mohon tulis ___________

M06 Apakah terpaan iklan partai politik di televisi selama ini, mempengaruhi pilihan anda saat pemilu legislatif April 2009 yang lalu?
1. YA                          2. TIDAK

M07 Apakah anda mencontreng pada pemilu legislatif April 2009 yang lalu?
1. YA                          2. TIDAK langsung ke pertanyaan M09

M08 Partai politik apa yang anda pilih saat pemilu legislatif April 2009 yang lalu?
1. Demokrat; 6. Hanura  
2. Golkar 7. PKB  
3. PDIP 8. PPP  
4. PKS 9. PBB  
5. Gerindra 10. Lainnya, mohon tulis ___________

(Lingkari salah satu jawaban di bawah ini)
M09 Apa yang menjadi alasan anda untuk mencontreng suatu partai politik?
  1. Pengaruh keluarga 4. Visi & Misi Partai
  2. Pengaruh lingkungan 5. Kandidiat Calon Presidennya
  3. Platform partai 6. Lainnya, mohon tulis ____________

M10 Apakah anda tertarik dengan iklan parpol yang menggunakan kandidat calon presidennya sebagai bintang iklan parpol tersebut?
  1. Sangat tertarik 2. Tertarik 3. Tidak tertarik 4. Tidak tahu

M11 Apakah anda akan memilih saat pemilu Presiden bulan Juni 2009 nanti?
1. YA                              2. TIDAK langsung ke pertanyaan M13

(Lingkari salah satu jawaban di bawah ini)
M12 Siapakah nama kandidat calon presiden, yang akan anda pilih pada bulan Juni 2009 nanti?
  1. SBY 4. Prabowo
  2. Jusuf Kalla 5. Lainnya, mohon tulis _____________
  3. Megawati 6. Tidak memilih satupun

M13 Apakah iklan parpol yang menampilkan isu jender (laki-laki atau perempuan) dapat mempengaruhi pilihan anda ?
1. YA           2. TIDAK

M14 Apakah bentuk fisik calon presiden (kecantikan atau ketampanan) dapat mempengaruhi pilihan anda?
1. YA           2. TIDAK

M15 Apakah norma sosial dan agama dapat mempengaruhi pilihan calon presiden anda?
1. YA            2. TIDAK

M16 Apakah latar belakang pendidikan seorang calon presiden dapat mempengaruhi pilihan anda?
  1. Sangat berpengaruh 3. Tidak berpengaruh  
  2. Berpengaruh 4. Tidak berpengaruh sama sekali  
   
M17 Apakah catatan tingkah laku / perbuatan seorang calon presiden di masa lalu, dapat mempengaruhi pilihan anda?
  1. Sangat berpengaruh 3. Tidak berpengaruh  
  2. Berpengaruh 4. Tidak berpengaruh sama sekali  

M18 Apakah pengaruh lingkungan pertemanan anda, dapat mempengaruhi calon presiden pilihan anda?
  1. Sangat berpengaruh 3. Tidak berpengaruh  
  2. Berpengaruh 4. Tidak berpengaruh sama sekali  
TERIMA KASIH ATAS WAKTU DAN PARTISIPASI ANDA.


4. Analisa Pengolahan Data
Analisa data adalah proses penyederhanaan data, dan penyajian data dengan mengelompokkannya dalam suatu bentuk yang mudah dibaca dan diinterpretasikan (Silalahi. 2009: 332). 
Berikut ini merupakan alat bantu pengolahan data penelitian, yaitu:
Perangkat lunak (Software) SPSS versi 16.0, untuk pengolahan data kuesioner, analisa data, dan interpretasi.
Analisa data bertujuan untuk dua hal, yaitu: 
1. Meringkas dan menggambarkan data (to summarize and describe the data). 
2. Membuat inferensi dari data untuk populasi dari mana sampel ditarik (to make inferences from the data to the population from which the sample was drawn). 
Analisa data dilakukan untuk menjawab sejumlah pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis penelitian, yang telah dinyatakan sebelumnya. Pada penelitian ini disebut sebagai data kuantitatif, dimana data yang dikumpulkan dalam jumlah yang cukup banyak dan dapat diklasifikasikan ke dalam susunan kategori-kategori berupa angka-angka. Metode data kuantitatif menggunakan statistik sebagai alat analisa data, sehingga sering juga disebut analisa statistik (Silalahi. 2009: 332).
Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam melakukan pengolahan data yang dilakukan peneliti dalam menyelesaikan makalah ini:
1. Mengumpulkan kuesioner yang telah diisi seluruhnya oleh 50 orang responden.
2. Memasukan data (data view), dan mengkategorikan pertanyaan, serta jawaban (variable view) ke dalam perangkat lunak SPSS versi 16.0.
3. Analisa data (Analyze) melalui SPSS versi 16.0.
4. Proses penggambaran analisa statistik (Descriptive Statistics).
5. Uji statistik (Frequencies).
6. Penyajian data hasil keluaran SPSS versi 16.0.
7. Interpretasi saat analisa data telah lengkap (Output frequencies), melalui software SPSS versi 16.0.
8. Menarik kesimpulan.

4.1. Penyajian Data Hasil Keluaran SPSS versi 16.0
Penyajian data hasil keluaran SPSS versi 16.0 ini, didapat setelah memasukan seluruh data (Data View) dan jawaban 50 kuesioner (Variable View), kemudian masuk ke tahap selanjutnya yaitu analisa (Analyze), kemudian masuk ke tahap penggambaran analisa statistik (Descriptive Statistics), lalu uji statistik (Frequencies). 
Berikut ini merupakan tabel frekuensi hasil keluaran (Output) SPSS versi 16.0, dimana semua data diperoleh dari hasil olahan 50 responden yang mengisi kuesioner terlampir, yang dilakukan oleh kelompok kami serentak pada tanggal 20 Mei 2009 (Proses Penyebaran Kuesioner).
Tabel Frekuensi

No. Kuesioner
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 1 1 2.0 2.0 2.0
 2 1 2.0 2.0 4.0
 3 1 2.0 2.0 6.0
 4 1 2.0 2.0 8.0
 5 1 2.0 2.0 10.0
 6 1 2.0 2.0 12.0
 7 1 2.0 2.0 14.0
 8 1 2.0 2.0 16.0
 9 1 2.0 2.0 18.0
 10 1 2.0 2.0 20.0
 11 1 2.0 2.0 22.0
 12 1 2.0 2.0 24.0
 13 1 2.0 2.0 26.0
 14 1 2.0 2.0 28.0
 15 1 2.0 2.0 30.0
 16 1 2.0 2.0 32.0
 17 1 2.0 2.0 34.0
 18 1 2.0 2.0 36.0
 19 1 2.0 2.0 38.0
 20 1 2.0 2.0 40.0
 21 1 2.0 2.0 42.0
 22 1 2.0 2.0 44.0
 23 1 2.0 2.0 46.0
 24 1 2.0 2.0 48.0
 25 1 2.0 2.0 50.0
 26 1 2.0 2.0 52.0
 27 1 2.0 2.0 54.0
 28 1 2.0 2.0 56.0
 29 1 2.0 2.0 58.0
 30 1 2.0 2.0 60.0
 31 1 2.0 2.0 62.0
 32 1 2.0 2.0 64.0
 33 1 2.0 2.0 66.0
 34 1 2.0 2.0 68.0
 35 1 2.0 2.0 70.0
 36 1 2.0 2.0 72.0
 37 1 2.0 2.0 74.0
 38 1 2.0 2.0 76.0
 39 1 2.0 2.0 78.0
 40 1 2.0 2.0 80.0
 41 1 2.0 2.0 82.0
 42 1 2.0 2.0 84.0
 43 1 2.0 2.0 86.0
 44 1 2.0 2.0 88.0
 45 1 2.0 2.0 90.0
 46 1 2.0 2.0 92.0
 47 1 2.0 2.0 94.0
 48 1 2.0 2.0 96.0
 49 1 2.0 2.0 98.0
 50 1 2.0 2.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 




Nama Responden
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Amal R 1 2.0 2.0 2.0
 Anisa adiyanti 1 2.0 2.0 4.0
 Anita 1 2.0 2.0 6.0
 Arandana 1 2.0 2.0 8.0
 Arie Dwi Prasetyo 1 2.0 2.0 10.0
 Arline Artalinie 1 2.0 2.0 12.0
 Artika sari 1 2.0 2.0 14.0
 Bppy 1 2.0 2.0 16.0
 Budhi 1 2.0 2.0 18.0
 Chyntia 1 2.0 2.0 20.0
 Citra 1 2.0 2.0 22.0
 Dani 1 2.0 2.0 24.0
 Daniel 1 2.0 2.0 26.0
 Dede Hamzah 1 2.0 2.0 28.0
 Deny Pratama 1 2.0 2.0 30.0
 Desi Putri L. 1 2.0 2.0 32.0
 Desii 1 2.0 2.0 34.0
 Devi 1 2.0 2.0 36.0
 Eghol 1 2.0 2.0 38.0
 Esti Rataysia 1 2.0 2.0 40.0
 Evi Damayanti 1 2.0 2.0 42.0
 Farhan 1 2.0 2.0 44.0
 Fauzi Diansyah 1 2.0 2.0 46.0
 Febrina Putri 1 2.0 2.0 48.0
 Feby 1 2.0 2.0 50.0
 Fenti 1 2.0 2.0 52.0
 Firli 1 2.0 2.0 54.0
 Hari Setianto 1 2.0 2.0 56.0
 Hayu Lusianawati 1 2.0 2.0 58.0
 Husni Anggoro 1 2.0 2.0 60.0
 Ika 1 2.0 2.0 62.0
 Ina 1 2.0 2.0 64.0
 Iqbal Mubaraq 1 2.0 2.0 66.0
 Irvan Sudrajat 1 2.0 2.0 68.0
 Ivan Hendrian 1 2.0 2.0 70.0
 Julia Imam Ramadhan 1 2.0 2.0 72.0
 Ketut 1 2.0 2.0 74.0
 Kusuma Sembada 1 2.0 2.0 76.0
 Lanaya herva 1 2.0 2.0 78.0
 Laras 1 2.0 2.0 80.0
 Lukman Arifin 1 2.0 2.0 82.0
 M. Halley Barqi 1 2.0 2.0 84.0
 M. Leyri Adzani 1 2.0 2.0 86.0
 Miranti Mayastani 1 2.0 2.0 88.0
 Putranto Prabowo 1 2.0 2.0 90.0
 Rangga Mansuri 1 2.0 2.0 92.0
 Retni 1 2.0 2.0 94.0
 Robby Caniago 1 2.0 2.0 96.0
 Sultan 1 2.0 2.0 98.0
 Yuana 1 2.0 2.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 






Jenis Kelamin
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Laki-laki 25 50.0 50.0 50.0
 Perempuan 25 50.0 50.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


Fakultas
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Komunikasi/FISIP 46 92.0 92.0 92.0
 Ekonomi 3 6.0 6.0 98.0
 Lainnya 1 2.0 2.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


Jenis Transportasi
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Mobil Pribadi 13 26.0 26.0 26.0
 Motor 14 28.0 28.0 54.0
 Bis Kampus 1 2.0 2.0 56.0
 Angkutan Umum 18 36.0 36.0 92.0
 Kereta Api 3 6.0 6.0 98.0
 Lainnya 1 2.0 2.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 




Kuliah semester ke
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Satu 2 4.0 4.0 4.0
 Dua 15 30.0 30.0 34.0
 Tiga 1 2.0 2.0 36.0
 Empat 16 32.0 32.0 68.0
 Enam 4 8.0 8.0 76.0
 Delapan 12 24.0 24.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 

Apakah anda ikut kegiatan organisasi di kampus anda?
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 8 16.0 16.0 16.0
 Tidak 42 84.0 84.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 

Nama Organisasi
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 42 84.0 84.0 84.0
 AP (Arus Pelangi) 1 2.0 2.0 86.0
 BEM 1 2.0 2.0 88.0
 Diama (jurnalis) 1 2.0 2.0 90.0
 GM (Gamers Members) 1 2.0 2.0 92.0
 HMP Humas 1 2.0 2.0 94.0
 Ormas 1 2.0 2.0 96.0
 SPPP(satuan pemuda pemuda pancasila),Ikatan pemuda padang panjang 1 2.0 2.0 98.0
 Televikom 1 2.0 2.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


Pernahkah anda melihat Iklan Parpol di TV?
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 40 80.0 80.0 80.0
 Tidak 10 20.0 20.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


Seberapa sering anda melihat iklan parpol tersebut
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat sering 6 12.0 15.0 15.0
 Sering 16 32.0 40.0 55.0
 Jarang 13 26.0 32.5 87.5
 Sangat Jarang 5 10.0 12.5 100.0
 Total 40 80.0 100.0 
Missing System 10 20.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda lihat- Demokrat
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 31 62.0 100.0 100.0
Missing System 19 38.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda lihat- Golkar
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 16 32.0 100.0 100.0
Missing System 34 68.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda lihat- PDIP
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 5 10.0 100.0 100.0
Missing System 45 90.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda lihat- PKS
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 12 24.0 100.0 100.0
Missing System 38 76.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda lihat- Gerindra
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 28 56.0 100.0 100.0
Missing System 22 44.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda lihat- Hanura
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 2 4.0 100.0 100.0
Missing System 48 96.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda lihat- PKB
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 1 2.0 100.0 100.0
Missing System 49 98.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda lihat- PPP
  Frequency Percent
Missing System 50 100.0


Iklan parpol apa yg anda lihat- PBB
  Frequency Percent
Missing System 50 100.0


Iklan parpol apa yg anda lihat- Lainnya
  Frequency Percent
Missing System 50 100.0



Iklan parpol apa yg anda sukai- Demokrat
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 21 42.0 100.0 100.0
Missing System 29 58.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda sukai- Golkar
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 3 6.0 100.0 100.0
Missing System 47 94.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda sukai- PDIP
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 1 2.0 100.0 100.0
Missing System 49 98.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda sukai- PKS
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 9 18.0 100.0 100.0
Missing System 41 82.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda sukai- Gerindra
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 15 30.0 100.0 100.0
Missing System 35 70.0  
Total 50 100.0  


Iklan parpol apa yg anda sukai- Hanura
  Frequency Percent
Missing System 50 100.0


Iklan parpol apa yg anda sukai- PKB
  Frequency Percent
Missing System 50 100.0


Iklan parpol apa yg anda sukai- PPP
  Frequency Percent
Missing System 50 100.0


Iklan parpol apa yg anda sukai- PBB
  Frequency Percent
Missing System 50 100.0


Iklan parpol apa yg anda sukai- Lainnya
  Frequency Percent
Missing System 50 100.0

Alasan anda menyukai iklan partai politik 
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pesannya 22 44.0 51.2 51.2
 Tokoh Parpol 16 32.0 37.2 88.4
 Animasi 4 8.0 9.3 97.7
 Lainnya 1 2.0 2.3 100.0
 Total 43 86.0 100.0 
Missing System 7 14.0  
Total 50 100.0  


Apa iklan mempengaruhi pilihan anda
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 18 36.0 36.0 36.0
 Tidak 32 64.0 64.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


Apa anda mencontreng parpol?
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 38 76.0 76.0 76.0
 Tidak 12 24.0 24.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 





Partai politik apa yg anda pilih
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Demokrat 16 32.0 42.1 42.1
 Golkar 3 6.0 7.9 50.0
 PDIP 2 4.0 5.3 55.3
 PKS 7 14.0 18.4 73.7
 Gerindra 8 16.0 21.1 94.7
 Hanura 2 4.0 5.3 100.0
 Total 38 76.0 100.0 
Missing System 12 24.0  
Total 50 100.0  


Apa alasan anda mencontreng partai
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pengaruh Keluarga 7 14.0 14.0 14.0
 Pengaruh Lingkungan 4 8.0 8.0 22.0
 Platform Partai 5 10.0 10.0 32.0
 Visi Misi Partai 16 32.0 32.0 64.0
 Kandidat Capres 15 30.0 30.0 94.0
 Lainnya 3 6.0 6.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 







Apa anda tertarik dengan iklan memakai capres
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Tertarik 5 10.0 10.0 10.0
 Tertarik 23 46.0 46.0 56.0
 Tidak Tertarik 18 36.0 36.0 92.0
 Tidak Tahu 4 8.0 8.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


Apa anda akan memilih capres nanti?
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 47 94.0 94.0 94.0
 Tidak 3 6.0 6.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


Nama Presiden pilihan anda
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid SBY 31 62.0 64.6 64.6
 Jusuf Kalla 4 8.0 8.3 72.9
 Megawati 4 8.0 8.3 81.2
 Prabowo 6 12.0 12.5 93.8
 Lainnya 2 4.0 4.2 97.9
 Tidak memilih 1 2.0 2.1 100.0
 Total 48 96.0 100.0 
Missing System 2 4.0  
Total 50 100.0  

Pengaruh iklan terhadap isu jender
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 16 32.0 32.0 32.0
 Tidak 34 68.0 68.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 

Pengaruh bentuk fisik capres
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 13 26.0 26.0 26.0
 Tidak 37 74.0 74.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 

Pengaruh norma thd pilihan anda
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 35 70.0 70.0 70.0
 Tidak 15 30.0 30.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 

Pengaruh latar belakang pendidikan capres
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat berpengaruh 29 58.0 58.0 58.0
 Berpengaruh 14 28.0 28.0 86.0
 Tidak berpengaruh 6 12.0 12.0 98.0
 Tidak berpengaruh sama sekali 1 2.0 2.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


Pengaruh catatan masa lalu capres
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat berpengaruh 26 52.0 52.0 52.0
 Berpengaruh 18 36.0 36.0 88.0
 Tidak berpengaruh 5 10.0 10.0 98.0
 Tidak berpengaruh sama sekali 1 2.0 2.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 

Pengaruh lingkungan pertemanan
  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat berpengaruh 4 8.0 8.0 8.0
 Berpengaruh 10 20.0 20.0 28.0
 Tidak berpengaruh 24 48.0 48.0 76.0
 Tidak berpengaruh sama sekali 12 24.0 24.0 100.0
 Total 50 100.0 100.0 


4.2. Interpretasi Analisa Data
Interpretasi Analisa Data dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu: (1) Analisa Prihal Karakteristik Responden, dan (2) General Analysis.

1. Analisa Prihal Karakteristik Responden.
50 Responden terbagi secara merata secara jender, yaitu 25 orang berjenis kelamin perempuan dan 25 orang berjenis kelamin laki-laki.
Penelitian dibatasi kepada kalangan tertentu yaitu Mahasiswa dengan lokasi sampling dibeberapa Universitas di Kota Jakarta, antara lain: Magister Ilmu Komunikasi-Universitas Sahid Jakarta, FISIP-Universitas Indonesia, Komunikasi-Universitas Dr. Moestopo, Fakultas Ekonomi-Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Komunikasi-Universitas Sahid Jakarta, Fakultas Teknik Industri-Universitas Trisakti Jakarta, mayoritas responden mengambil studi Ilmu Komunikasi (92%), ekonomi (6%), lainnya (2%). Responden terbagi dalam beberapa golongan tahun ajaran/semester, responden pada semester IV (32%), semester II (30%), semester VIII 24%, sisanya adalah mahasiswa pada semester I, III, dan VI  
Jenis transportasi yang digunakan oleh responden umumnya menggunakan angkutan umum (36%), Motor (28%), Mobil pribadi (26%).
Ciri khas lainnya dari responden adalah bahwa 84% responden tidak mengikuti kegiatan organisasi di Kampus dan hanya 16% mahasiswa yang aktif di kegiatan organisasi kampus.

2. General analysis
Beberapa hal menarik yang dapat dianalisa dari hasil kuesioner yang telah kami sebarkan pada tanggal 20 Mei 2009, adalah sebagai berikut:

a) 64% responden menyatakan bahwa Iklan politik di televisi tidak mempengaruhi pilihan mereka dan 36% menyatakan bahwa iklan berpengaruh terhadap pilihan.

b) Urutan iklan yang disukai oleh responden adalah sebagai berikut:
1) Demokrat (42%)
2) Gerindra (30%)
3) PKS (18%)
4) Golkar (6%)
5) PDIP (2%)

c) Alasan responden menyukai iklan parpol: 44% karena pesannya dan 32% karena tokoh parpolnya, 8% animasi dan 2% sisanya.

d) 76% responden ternyata memilih dalam pemilu partai dan 24% adalah GOLPUT atau tidak bisa memilih karena tidak dapat DPT.
e) Urutan partai yang dipilih oleh responden adalah sebagai berikut:
1) Demokrat (32%)
2) Gerindra (16%)
3) PKS (14%)
4) Golkar (6%)
5) PDIP (4%)
6) Hanura (4%)

f) Alasan responden mencontreng partai didominasi oleh Visi dan misi partai (32%) dan kandidat capres (30%)

g) 66% responden menyatakan bahwa tertarik dengan iklan partai politik yang memakai tokoh calon presidennya, dan 36% responden menyatakan tidak tertarik

h) 47 orang atau sekitar 94% responden menyatakan akan memilih pada pemilu capres mendatang dan 6% menyatakan tidak memilih. 

i) Berikut ini merupakan urutan presiden pilihan responden:
1) SBY = 64,6%
2) Prabowo = 12,5%
3) Megawati dan JK masing2= 8,3%

j) 32% Responden menyatakan bahwa iklan berpengaruh terhadap isu jender dan 68% responden menyatakan tidak berpengaruh.

k) Bentuk fisik capres ternyata tidak mempengaruhi pilihan responden (74%) dalam menconteng capres mendatang, dan 26% mengatakan berpengaruh.

l) Norma Agama, dan Susila juga menjadi pengaruh kuat responden dalam memilih (70%), dan hanya 30% responden yang mengatakan tidak berpengaruh.

m) Latar belakang pendidikan capres merupakan faktor yang sangat penting bagi responden untuk memilih (86%) sisanya menganggap tidak penting.

n) Latar belakang / pengaruh catatan masa lalu presiden juga menjadi faktor pertimbangan yang dominan yaitu sekitar (88%), dan sisanya menyatakan tidak berpengaruh.

o) 72% responden menyatakan bahwa lingkungan pertemanan tidak mempengaruhi mereka dalam pilihan capres sedangkan 28% responden menyatakan hal tersebut berpengaruh.

4.3. Kesimpulan
Dari data – data diatas dapat disimpulkan bahwa 94% responden mayoritas menyatakan bahwa akan memilih pada pilpres mendatang, walaupun para responden meyakini bahwa mereka adalah pemilih yang independent (sudah memiliki keyakinan sendiri prihal pilihan dalam pemilu maupun pilpres), namun terdapat korelasi positif antara, urutan iklan-iklan politik yang disukai, dan urutan partai partai yang dipilih, artinya pada kenyataan bahwa iklan memberikan pengaruh signifikan kepada responden dalam memilih. Mengingat responden merupakan kalangan terpelajar, seperti pada data diatas bahwa isu gender tidak menpengaruhi mereka dalam memilih walaupu masih ada sebagian yang berpendapat berbeda yaitu sebesar 32%.

Mayoritas responden masih meyakini bahwa SB berpeluang besar untuk kembali terpilih menjadi presiden pada pilpres mendatang, disamping itu ada beberapa catatan yang mendukung analisa ini:
1. Responden merasa latar belakang pendidikan capres mempengaruhi pilihan responden
2. Pengaruh masa lalu juga menjadi catatan sebagai pertimbangan dalam memilih presiden

Kedua alasan ini tentunya memiliki korelasi positif terhadap pilihan responden terhadap SBY, namun tidak demikian dengan prabowo yang mempunyai track record negative, maupun Megawati yang mempunyai latar belakang pendidikan yang relatif lebih rendah.


DAFTAR PUSTAKA

Kriyantono, Rachmat. 2008. Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Kencana.

Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar